Total Tayangan Laman

Sabtu, 09 Juli 2011

KENAPA HARUS BERSHALAWAT KEPADA NABI?

Sesungguhnya Shalawat
kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi
wasallam memiliki kedudukan
yang tinggi di dalam hati
setiap muslim, dan
bershalawat merupakan bagian dari perintah Allah
Subhanahu waTa’ala, artinya,
“Sesungguhnya Allah dan para
Malaikat-Nya bershalawat
untuk Nabi. Wahai orang-
orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk
Nabi dan ucapkanlah dengan
penuh penghormatan.”( QS. Al-Ahzab: 56) Rasulullah S.A.W telah
bersabda bahwa, "Malaikat
Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail
A.S. telah berkata kepadaku. Berkata Jibril A.S. : "Wahai
Rasulullah, barang siapa yang
membaca sholawat ke atasmu
tiap-tiap hari sebanyak
sepuluh kali, maka akan saya
bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian
seperti kilat menyambar." Berkata pula Mikail A.S. :
"Mereka yang bershalawat ke
atas kamu akan aku beri
mereka itu minum dari
telagamu." Berkata pula Israfil A.S. :
"Mereka yang bershalawat
kepadamu akan aku sujud
kepada Allah S.W.T dan aku
tidak akan mengangkat
kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu." Malaikat Izrail A.S pula
berkata : "Bagi mereka yang
bershalawat ke atasmu, akan
aku cabut ruh mereka itu
dengan selembut-lembut nya seperti aku mencabut ruh para
nabi-nabi." *************** ** Di antara bentuk Shalawat
kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi
wasallam yang paling shahih,
yaitu: Asy-Syaikhan (al-Bukhari dan
Muslim rahimahumallah)
meriwayatkan dari Ka’ab bin
‘Ujrah radiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wasallam keluar kepada kami, maka kami berkata, “Wahai
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wasallam, kami telah
mengetahui, bagaimana
mengucapkan salam kepada
engkau. Maka bagaimana kami bershalawat kepada engkau?”
Beliau berkata, “Ucapkanlah
oleh kalian: Allaahumma Shalli ‘Alaa
Sayyidinaa Muhammadiw
Wa'alaa Aali Sayyidinaa
Muhammadin. Kamaa Shallaita
'Alaa Sayyidinaa Ibraahiim Wa
'Alaa Aali Sayyidinaa Ibraahiim. Wa Baarik 'Alaa
Sayyidinaa Muhammad Wa
'Alaa Aali Sayyidinaa
Muhammad. Kamaa Baarakta
'Alaa Sayyidinaa Ibraahiim Wa
'Alaa Aali Sayyidinaa Ibraahiim. Fil-'Aalamiina
Innaka Hamiidum Majiid Ya Allah! limpahkanlah
shalawat kepada Muhammad
dan keluarganya, sebagaimana
Engkau telah melimpahkan
shalawat kepada (Ibrahim dan
kepada) keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha
Terpuji lagi Mahamulia. Dan
limpahkanlah berkah kepada
Muhammad dan kepada
keluarganya,seb agaimana Engkau telah melimpahkan
berkah kepada (Ibrahim dan
kepada) keluarganya,
sesungguhnya Engkau Maha
Terpuji lagi Maha mulia.
( HR Bukhari, Muslim, Nasa'i dalam "Amalul Yaumi Wal
Lailah" (162/54)
Humaidi(138/1) dan Ibnu
Mandah(68/2) dan ia berkata :
"Hadits ini telah
disepakati akan kesahihannya". ) DALIL MEMBACA SHALAWAT
KEPADA RASULULLAH SAW 1.“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya
bersholawat untuk Nabi,
Wahai orang yang beriman !
Bersholawatlah kamu untuk
Nabi dan ucapkanlah salam
dengan penuh penghormatan kepadanya” (Al-Ahzab 56) Ibnu Katsir rahimahullaah
berkata, “Maksud dari ayat ini
adalah, bahwa Allah
Subhanahu waTa’ala
mengabarkan kepada para
hamba-Nya, tentang kedudukan hamba dan Nabi-
Nya di sisi-Nya dan di sisi para
makhluk yang tinggi
(Malaikat). Dan bahwasanya
Allah Subhanahu waTa’ala
memuji beliau di hadapan para Malaikatnya, dan para Malaikat
pun bershalawat kepada beliau
shallallaahu ‘alaihi wasallam.
Kemudian Allah Subhanahu
waTa’ala memerintahkan
penduduk bumi untuk bershalawat dan
mengucapkan salam kepada
beliau shallallaahu ‘alaihi
wasallam, supaya terkumpul
pujian terhadap beliau dari
peghuni dua alam, alam atas (langit) dan alam bawah
(bumi) secara bersama-sama.
”( Tasir Ibnu Katsir Jilid 3 hal 514) 2.“Siapa yang membacakan
salawat untukku satu kali,
maka Allah akan menurunkan
rahmat kepadanya sepuluh
kali ( HR. Muslim)” 3.Ibnu Mas’ud berkata
Rasulullah saw. Bersabda “
Orang yang terdekat
kepadaku pada hari kiamat,
ialah orang yang banyak
membaca sholawat untukku (HR. At-Tirmidzi)” 4,“Sesungguhnya yang lebih utama dari hari-harimu ialah
hari Jum’at, maka
perbanyaklah membaca
sholawat untukku di hari itu,
karena sesungguhnya bacaan
sholawatmu itu dihidangkan untukku (HR. Abu Dawud)” 5,“ Tiada seorang yang
mengucapkan salam
kepadaku, melainkan Allah
mengembalikan ruhku hingga
dapat menjawab salam (HR.
Abu Dawud)” 6.“Sesungguhnya doa itu mauquf (terhenti) di antara
langit dan bumi, tidak naik
sedikit pun darinya sehingga
engkau bersholawat kepada
nabimu
( HR. At-Turmudzi)” 7.“Orang yang kikir yaitu
yang disebut namaku
kepadanya lalu ia tidak
membaca sholawat untukku
(HR. A-Turmudzi)”
8.Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, sesungguhnya
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wasallam bersabda, “Siapa saja
yang bershalawat kepadaku
satu shalawat, Allah akan
bershalawat kepadanya sepuluh.
(HR. Muslim, hadits no.408) 9.Dari Abu Darda radiyallahu
‘anhu, bahwa Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Siapa saja yang
bershalawat kepadaku
sepuluh kali di waktu pagi dan sore, maka dia akan
mendapatkan syafa’atku pada
hari Kiamat.”
(Hadis hasan, Shahih al-Jami’
oleh al-Albani hadits no.6357) Peringatan Terhadap Orang
Yang Meninggalkan Shalawat
Secara Sengaja Imam at-Tirmidzi rahimahullah
meriwayatkan dari Abu
Hurairah radiyallahu ‘anhu,
bahwa Rasulullah shallallaahu
‘alaihi wasallam bersabda,
“Terhinalah seseorang yang namaku disebut di sisinya,
tetapi dia tidak bershalawat
kepadaku.”
(hadits shahih, Shahih at-
Tirmidzi hadits no.2870) Beliau juga meriwayatkan dari
Ali bin Abi Thalib radiyallahu
‘anhu bahwa Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Orang yang bakhil
(kikir) adalah orang yang apabila namaku disebut di
sisinya, dia tidak bershalawat
kepadaku.”
(hadits shahih, Shahih at-
Tirmidzi hadits no.2811) Waktu-waktu yang
Disunnahkan untuk
Mengucapkan Shalawat Para ulama menyebutkan ada
waktu-waktu dan kondisi-
kondisi yang disunahkan untuk bershalawat, dan
mungkin secara singkat
penjelasannya sebagai berikut: 1. Setelah mendengar dan
mengikuti ucapan muadzin
ketika adzan.
2. Ketika masuk dan keluar
masjid.
3. Setelah tasyahud (tahiyat) akhir di dalam shalat.
4. Setelah doa qunut.
5. Di dalam shalat Jenazah
setelah takbir yang kedua.
6. Sebelum dan sesudah
berdoa. 7. Ketika berkhutbah jum’at,
I’ed, Istisqa dan lain-lain
(khusus bagi khatib).
8. Ketika disebut nama beliau
shallallaahu ‘alaihi wasallam.
9. Ketika berada di Shafa dan Marwah bagi orang yang
sedang Haji atau Umrah.
10.Hari jum’at.
11.Ketika pagi dan sore.
12.Ketika menutup sebuah
majelis atau pertemuan (taklim, kajian, pelajaran dll)
13.Ketika menyampaikan
pelajaran dan ketika
selesainya.
14. Di antara takbir-takbir
dalam shalat I’ed (Asy-Syifaa, oleh al-Qadhi ‘Iyadh, dan
Jalaaul Afham). Imam Ibnul Qoyyim
rahimahullah menyebutkan
secara garis besar tentang buah
dari shalawat kepada Nabi
shallallaahu ‘alaihi wasallam, di
antaranya: 1. Shalawat termasuk bentuk
ketaatan kepada Allah
Subhanahu waTa’ala
2. Sebab untuk mendapatkan
kebaikan, dinaikkan derajat
dan penghapusan dosa. 3. Mendapat Syafa’at beliau
pada hari kiamat.
4. Sebab untuk mendapatkan
kedekatan dengan Nabi
shallallaahu ‘alaihi wasallam
pada hari kiamat. 5. Sebab shalawat (do’a) Allah
dan Malaikat kepada kita.
6. Sebab dikabulkannya do’a.
7. Sebab pengampunan dosa
dan pengusir kegundahan.
8. Sebab untuk mendapatkan majelis yang baik (berkah).
9. Menghindarkan sifat bakhil
dari orang yang bershalawat.
10.Sebab untuk
melanggengkan dan
meningkatkan cinta kita kepada Nabishallallaah u ‘alaihi wasallam.
11.Terkandung di dalamnya
syukur, dan pengakuan
terhadap nikmat Allah.
12.Sebab untuk mendapatkan
berkah bagi jiwa, umur dan amalannya dan sebab
kebaikannya (Jalaaul Afham
hal. 612-626) *************** ****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar